BALI! (Untuk Kesekian Kalinya)

Image

Rencananya tanggal 29 April – 1 May ini ai and bojo jalan2 ke Bali.
Jalan2nya ga gaya2an, santai aja.. hemat pengeluaran tapi ttp dibikin fun.

Tiket pesawat udah dibooking jauh2 hari, bahkan setahun sebelumnya, dengan harga termurah se-dunia! hahaha @30rb one way. Jadi total buat berdua pp cuma Rp. 120.000.
jauh lebih murah dibanding airport tax.. jauh lebih murah dibanding ongkos taxi cilandak-bandara hehehe. Alhamdulillah.
Penginapan juga udah booking.. ga mahal.. dapet promo juga Alhamdulillah.
Waktu itu suami info di kompas ada promo tune hotel 50% dapatlah harga semalem 100rb rupiah sajah.. hoho murah ya.. murah banget malah..
jadi ditotal sekitar 280rb untuk 2malem bersama dengan kupon sarapan pagi 2 orang.

Jadi pengeluaran sampe point ini adalah

1. Damri Ps. Minggu Bandara @20.000 = 40.000, baliknya juga jadi x 2 = 80.000

2. Airport Tax @40.000 = 80.000, dikali 2 sama PP = 160.000

3. Tiket Pesawat  @30.000 = 60.000 karna PP jadi x 2 = Rp. 120.000,-

4. Hotel 3H2M = 280.445

jumlah total: 640.445

Untuk penjemputan di bandara, berhubung ai punya saudara di Bali (pakde, kakak dr nyokap) jadi enak deh gratisan sampe hotel.

Tujuan ke Balinya??

Tujuannya ga ada sama sekali yg spesifik, bingung juga mau kemana, mau ngapain, sebenernya pingin banget ke Lombok, cuma berhubung pesawat sampenya jam stgh 5 jadi uda ga mungkin juga nyebrang kesana. Kalo besok kesana pun waktunya ga cukup, yasudahlah saya mengikhlaskan sajah jah jah. Next Time!

Jadi ngapain?

Oke untuk jalan2 butuh kendaraan, tapinya eke bisa minjem dr pade, jadi gratisan, kalo mau nyewa motor  di sana kira2 50rban. Hari pertama kayanya enak jalan2 ke pantai, sambil mampir ke Nasi Pedas Ibu Andika kalo bisa dibungkus bawa balik ke jakarta huehehee basi ga ya?

Dari jauh-jauh hari kepingin banget nyobain cruise yang brangkat dr tanjung benoa. Ada yang baunty cruise ada yang Quick Silver, nemu harga yang pas @525.000 itu yang baunty cruise. oke kalo mau mainan itu cost nambah 525.000×2 = 1050.000, hmm harganya ga asik banget. mesti rundingan sama suami. (noted)

Selain itu pingin ngajak dia dinner di Muaya Beach Cafe Area Jimbaran! seafood enak banget tapi harga lokal ayeyeye. Trus kemana lagi ini ya?

Advertisements

paperless office di era informatika

Tumpukan Kertas – Kertas

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dimana banyak terdapat perusahaan kecil, menengah, dan besar yang mebutuhkan teknologi informasi yang dapat menangani permasalahan dan kegiatan administrasi yang sangat kompleks.  Banyak hal yang bisa dirasakan oleh perusahaan atau organisasi jika memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti halnya kegiatan administrasi bisa berjalan efektif dan efisien, paperless office, lebih mudah dalam pencarian maupun proses manipulasi data dan masih banyak lagi. Namun, tidak semua perusahaan maupun organisasi memanfaatkan TIK khususnya dalam bidang teknologi informasi dalam proses kegiatannya. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, antara lain perusahaan atau organisasi tersebut tidak memerlukan sistem informasi dikarenakan kegiatan administrasi dan karyawannya masih dalam skala kecil, kurang pekanya pelaku bisnis, pegawai maupun pemimpin akan kemajuan sistem informasi maupun kegiatan administrasi masih bisa ditangani secara manual oleh perusahaan atau organisasi tersebut.

Suatu dokumen memerlukan sistem pengelolaan yang baik sesuai pedoman-pedoman yang berlaku agar dokumen mudah disimpan dan ditemukan kembali apabila dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Kegiatan semacam ini lazim disebut manajemen kearsipan. Kemajuan teknologi informasi menawarkan teknik dan pendekatan baru dalam manajemen kearsipan, dari paper-based ke electronic-based, yang lazim dikenal dengan manajemen arsip digital. Secara generik, manajemen arsip digital bisa dipahami sebagai seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan dokumen yang meliputi proses penciptaan, pem-file-an, penyimpanan, penemuan-kembali dan pemanfaatan arsip/dokumen berbasis pada/atau dilakukan dengan media dan sarana digital berbantuan teknologi informasi.

Gagasan tentang perubahan manajemen kearsipan dari paper-based ke digital-based atau yang populer dengan istilah “paperless office” (kantor tanpa kertas), sudah muncul sejak tahun 1973 melalui publikasi dagang sebuah perusahaan telepon di AS. Disusul kemudian oleh Xerox Corporation pada tahun 1974-1975 yang gencar berbicara tentang “kantor masa depan” yang akan menggunakan komputer dan e-mail dengan informasi yang online. Antara tahun 1975-1978 beberapa publikasi bisnis menjanjikan bahwa “kantor tanpa kertas” akan segera terwujud dan akan mengubah situasi kerja secara radikal. (Lihat : Bill Gates, 2000).
Gagasan besar tersebut mulai dipraktekkan oleh Bill Gates (pemilik perusahaan Microsoft) sejak tahun 1996, dengan mengalihkan sebagian besar dokumen perusahaan yang berbentuk kertas ke media elektronik. Manajemen dokumen berbasis teknologi informasi di perusahaan Microsoft tersebut dilakukan dengan mendesain sistem syaraf digital, sebuah sistem yang terdiri atas proses-proses digital yang menghubungkan secara erat setiap aspek pikiran dan kerja dalam perusahaan. Maka alhasil, praktek di tahun pertama pengurangan penggunaan kertas dalam manajemen bisnis, perusahaan Microsoft mampu menghemat anggaran sebesar 40 juta dollar (satu tahun). Belakangan penggunaan teknologi informasi untuk manajemen dokumen di perkantoran mulai banyak diterapkan. Apalagi dengan naiknya harga kertas sejak tahun 1997, maka pemanfataan teknologi informasi tetap menjadi pilihan yang patut diperhitungkan.

Misal dalam satu bulan menggunakan 1 juta lembar kertas artinya satu tahun menjadi 1 juta x 12 bulan = 12 juta lembar! kalikan dengan Rp. 200 untuk harga perlembar kertas. Penghematan Rp. 200 x 12 juta lembar = 2,4 milyar rupiah dalam satu tahun. Seandainya hal ini sudah dilakukan sepuluh tahun yang lalu maka penghematan yang seharusnya terjadi adalah 24 milyar rupiah!

Digitalisasi adalah konversi media dokumen dari media fisik, baik kertas, microfilm, atau media fisik lainnya ke dalam bentuk digital yang kemudian disebut media digital atau media elektronik. Konversi ini memungkinkan penggunaan komputer untuk melakukan berbagai fungsi pengelolaan dokumen karena format digital adalah format yang computer readable (membacanya memerlukan komputer). Konversi ini sekaligus juga mengintegrasikan dokumen yang diproduksi oleh peralatan di luar komputer dengan dokumen yang dihasilkan oleh komputer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kearsipan dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan tergantung pada kemampuan software dan hardware yang tersedia. Aplikasi paling sederhana adalah Computerized Document Management System (CDMS). Sistem ini membantu melakukan pengelolaan dokumen/arsip yang meliputi proses klasifikasi, penyimpanan, temu-kembali, dan sirkulasi arsip dengan menggunakan komputer. Tetapi dalam sistem ini arsip tetap disimpan dan digunakan secara fisik.
Jenis kedua adalah Electronic Filing System (EFS), yaitu suatu sistem yang digunakan untuk mengelola dokumen elektronis yang berupa citra (konversi dari dokumen kertas/fisik menjadi dokumen digital/elektronis). Pada sistem ini dokumen dialih-mediakan dan disimpan dalam bentuk digital sehingga dapat dilakukan proses-proses temu-kembali dan sirkulasi arsip secara digital. Namun sistem ini hanya terbatas pada pengelolaan dokumen hasil konversi dari kertas ke bentuk citra saja.
Jenis ketiga adalah Electronic Document Management System (EDMS), yaitu suatu sistem komputer yang terdiri dari software dan hardware yang digunakan untuk menyimpan, mengelola dan mendistribusikan berbagai bentuk dokumen elektronis seperti citra, teks, fax, video, multimedia maupun output aplikasi. Pada sistem ini dokumen yang dikelola bukan hanya sekedar citra saja, tetapi seluruh dokumen dalam arti luas. Namun seperti halnya EFS, pada sistem ini semua dokumen harus dikonversikan ke dalam bentuk digital terlebih dahulu agar bisa dikelola.
Jenis yang sementara ini paling maju adalah Integrated Filing System (IFS), yaitu suatu sistem pengelolaan dokumen dan arsip di mana antara dokumen fisik dan dokumen digital terintegrasi. Di samping itu, suatu sistem IFS juga mendukung proses electronic workflow dan memiliki kemampuan integrasi dengan sistem informasi yang lebih luas, seperti sistem Intranet dan bahkan Internet.

Persoalan baru mungkin saja timbul berkaitan dengan alih-media arsip dari media kertas ke media digital, yaitu menyangkut aspek legalitas arsip digital. Legalitas arsip digital telah diatur Undang-Undang RI Nomor 8 tahun 1997 tentang “Dokumen Perusahaan” dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 88/99 tantang “Tata Cara Pengalihan Dokumen Perusahaan ke dalam Mikrofilm atau Media Lainnya dan Legalisasi”.

Pasal 12 UU/8/1997 menyatakan:

ayat (1) Dokumen perusahaan dapat dialihkan ke dalam microfilm atau media lainnya;

Ayat (2) Pengalihan dokumen perusahaan ke dalam microfilm atau media lainnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan sejak dokumen tersebut dibuat atau diterima oleh perusahaan yang bersangkutan.

Sedangkan PP/88/1999 pasal 16 menyebutkan:

pasal (1) dokumen yang dialihkan ke dalam microfilm atau media lainnya atau hasil cetakannya merupakan alat bukti yang sah;

ayat (2) hasil cetak dokumen yang telah dialihkan ke dalam microfilm dapat dilegalisasi untuk keperluan proses peradilan dan kepentingan hukum lainnya.

Dengan adanya UU/8/1997 dan PP/88/1999 tersebut, maka gagasan tentang manajemen arsip digital telah tersedia payung hukum. Dengan demikian maka tidak ada keraguan lagi bagi suatu lembaga untuk mengalihkan manajemen kearsipannya dari paper-based ke digital-based. Tinggal satu pertanyaan yang masih tersisa: “sudah siapkah SDM kita untuk melakukannya?”.

Desa Wisata Sawarna “the hiden heaven on earth”

Pantai Sarwana

Desa Wisata Sawarna ini salah satu desa yang berada di pesisir pantai selatan. Secara otomatis ombak di pantai ini juga cukup besar. Dengan ombaknya yang cukup besar, Desa Wisata Sawarna ini telah berhasil menarik minat wisatawan mancanegara melakukan surfing. Dan kembali, justru wisatawan mancanegara yang melihat potensi wisata daerah ini.

Desa Wisata Sawarna ini terletak di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Desa yang memiliki arti satu warna in terletak di ujung provinsi Banten dan tepat berada di 237 km Barat Daya Jakarta. Dibutuhkan waktu selama kurang lebih 7-8jam perjalanan menuju desa ini. Tetapi perjalanan yang lama dan melelahkan akan terbayar dengan keindahan alam Sawarna.

Hamparan Sawah

Sawarna memiliki potensi wisata yang cukup unik. Desa ini memiliki pesisir pantai dengan karang dan batuan. Laguna pari dengan air laut yang jernih. Selain itu terdapat wisata gua yang merupakan bekas tambang dengan dinding-dinding staklaktit yang indah. Ketika menginjakan kaki pertama di desa ini kita disuguhkan pemandangan alam yang sangat indah berupa sawah yang membentang luas bagai Karpet Permadani hijau serta hembusan angin yang menyegarkan badan dan hamparan pohon pohon kelapa dan jati yang menjulang sangat tinggi bagai benteng alam yang membentengi desa Sawarna.

Untuk yang suka berpetualang disini banyak sekali Gua sehingga disebut sebagai Desa Seribu Gua , tapi diantara banyaknya gua , yang terkenal dan menjadi primadona wisatawan adalah

Gua Lalay

Gua Lalay, salah satu Gua Karst (batu gamping) di desa Sawarna. Menurut sejarahnya, terjadinya Gua Lalay bermula dari adanya retakan pada batu gamping akibat pengaruh getaran tektonik. Retakan tersebut selanjutnya berfungsi sebagai jalan air yang melarutkan batu gamping sesuai dengan sifat fisiknya yang mudah larut dalam air. Air yang melarutkan batu gamping tersebut selanjutnya mengendap dan menghasilkan berbagai ornamen gua. Bagian dasar gua ini merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan 10 sampai 15 cm. Panjang gua diperkirakan sampai 1000 meter.

Memasuki goa lalay

Di atas gua Lalay ini banyak sekali kelelawar yang hinggap, oleh karenanya gua ini disebut Gua Lalay. Dalam bahasa sunda, Lalay artinya Kelelawar. Perjalanan ke dalam Gua Lalay kami hentikan hingga sekitar kedalaman 200 meter karena kondisi udara yang makin sedikit.
Goa Lawuk
Goa Lawuk memiliki keindahan Stalagnit dan Stalaktit yang sangat luar biasa
Gua Lawuk lebih sulit dicapai karena posisinya yang agak tinggi di pinggir bukit. Disini kamipun dibuat kagum dengan keindahan stalaktit yang terbentuk dari tetesan air yang mengenai batuan gamping.

Stalaktit di gua lawuk

Setelah Puas mengeksplorasi Gua saatnya kita menuju Pantai yang mempesona, sebelumnya kita liat dulu foto berikut yang diambil saat menuju kesana.

Menuju Pantai Ciantir

Pantai Ciantir
Pantai Ciantir disebut juga Pantai Sawarna merupakan Pantai selatan di Banten yang sangat cocok bagi anda penggila Surfing ,dengan medan yang sangat menantang andrenalin anda , ,untuk peralatan Surfing disarankan anda membawa sendiri karena disini tidak disediakan.

Pantai Ciantir

Pantai Tanjung Layar
Pantai Tanjung Layar memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya dua buah karang menyerupai layar selain itu disini juga terdapat Gua dan memiliki panorama sunset yang sangat luar biasa indahnya.

Desa Sawarna masih sepi dan tenang, enak buat menenangkan pikiran dan have fun. Wisatawan bisa menginap di homestay, karena disana masih belum ada Hotel. Banyak Homestay yang bisa diubungi dengan harga yang relatif murah.

This slideshow requires JavaScript.